Senin, 02 Mei 2011

makalah Virus H1N1

 BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar belakang

Saat ini penyebarab virus flu babi sangat mengkhawatirkan masyarakat, disertai penyebaran yang sangat cepat terutama dilingkungan yang dihuni banyak orang seperti di asrama atau pondok pesantren. Namun sebagian masyarakat juga masih menganggap ringan virus flu babi ini karena daya bunuhnya yang masih rendah disbanding penyakit-penyakit yang lebih dulu ada, seperti demam berdarah, TBC, dan lain-lain.

Sebagai lembaga yang berbasis asrama pesantren dimungkinkan sebagai tempat penyebaran flu babi yang cepat. Namun pada keadaan seperti itu para santri belum memahami akan tanda-tanda flu babi, sehingga mereka kurang tanggap jika salah seorang santri mengalami gejala-gejalanya.

Kecendrungan yang menyepelekan kebersihan dilingkungan pesantren mene\unjukan kurang perhatiannya pengurus pondok terhadap kesehatan santri, akibatnya santri tidak memenydari tanggung jawab nya akan kebersihan sendiri. Padahal santri telah belajar sebagai manusia yang cakap dan baik terhadap lingkungannya, dan berpedoman "kebersihan sebagian dari iman".

Peraturan-peraturan pesantren yang seharusnya dipatuhi justru dianggap mudah oleh santri. Terutama ssantri putra yang tingkat kepatuhannya lebih kecil do banding santri putri. Padahal sanksi yang jelas bagi santri yang melanggar aturansudah di terapkan termasuk peraturan kebersihan pesantren yang masih kurang dilaksanakan oleh santri. Pedoman santri "Punyaku-Punyamu" sering kali menimbulkan berbagai masalah kesehatan. karena,satu barang milik santri sudah biasa dipakai santri lain yang tidak memperhatikan mebersihan barang tersebut.

Kondisi lingkungan pesantren yang dihuni banyak orang memudahkan berbagai penyakit menyebar terutama jenis-jenis penyakit yang mudah menular seperti batuk,influenza,atau gejala-gejala flu babi dan lainnya. Hal tersebut bisa disebabkan lingkungan yang kurang diperhatikan kebersihannya,asupan nutrisi santri yang kurang dan daya tubuh santri sendiri.Namun realita yang ada,santri kurang menyadari betpa pentingnya kualitas lingkungan yang mereka tempati, sehingga mereka menganggap ringan penyakit-penyakit yang mudah menlar tersebut.

Menyadari fakta ini,langkah-langkah pencegahan berbagai penyakit dilingkungan pesantren haruslah dimulai dari diri sendiri untuk menyadari bahwa kesehatan mereka sangat berharga,kemudian menyadari bahwa lingkungn yang mereka tempati haruslah bersih agar penyakit-penyakit tidak mudah menyebarditempat yang berdasar pada "kebersaman"ini.

Dengan adanya fenimena diatas. Maka penelitian ini dilakukan dilingkup pesantren dan mengambil judul "PENCEGAHAN VIRUS H1N1 DI PESANTREN DENGAN PROTEKSI DIRI DAN LINGKUNGAN"
B.RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang diatas,rumusan malah yang diambil adalah:

  1. Apa penyebab flubabi dan bagaimana penyebarannya dilingkup pesantren?
  2. Apa saja tanda-tandanya?
  3. Bagaimana pencegahan penyebaran flubabi di pesantren?


C.BATASAN MASALAH

Pada penelitian ini terdapat beberapa keterbatasan,diantaranya:

  1. Pengumpulan data dengan angket memiliki jawaban yang dipengaruhi oleh sikap dan harapan-harapan pribadi,sehingga lebih bersifat subjektif.
  2. Jumlah responden berjumlah 20 orang.
  3. Penyebarab angket dilakukan di ponpes putra Al-Anwar dan ponpes putrid Al-Khodijiyyah paculgowang.
  4. pengumpulan data dilengkapi dengan wawancara.
  5. Waktu penelitian yang terbatas,mempengaruhi hasil yang didapat kurang maksimal.
D.TUJUAN PENELITIAN

  1. Tujuan umum
Untuk mengetahui tenteng virus H1N1(flu babi)

2.Tujuan khusus
A.Untuk mewaspadai penyebaran virus flu babi dilingkup pesantren.

B.Untuk meningkatkan kualitas lingkungan pesantren.

E.MANFAAT PENELITIAN

1.Bagi peneliti
Sebagai suatu pembelajaran dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah dan menambah pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa penting yang kurang ditanggapi oleh lingkungan pesantren.

2.Bagi responden
Menambah wawasan dan pengetahuan tentang penyebaran virus H1N1. selain itu juga meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan pesantren.

3.Bagi pondok pesantren
Sebagai langkah awal untuk menjadikan pesantren yang berkualitas,bersih dan nyaman. Serta lebih mendisiplinkan santri untuk mematuhi peraturan.

BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
2.1.Tinjauan pustaka

2.1-1.Pengertian dan sejarah virus
Virus berarti racun,berasal dari kata "Virion"Virus disebut racun karena hampir semua jenis virus merugikan, terutama meninggalkan penyakit pada tumbuhan,hewan,dan manusia.
Sejarah penemuan virus dimulai pada tahun 1882 dengan adanya penyakit yang menimbulkan binti-bintik kekuningan pada daun tembakau. Seorang lmuan jerman bernama A.Mayer setelah mengadakan penelitian tentang virus penyebab penyakit mosaic pada tanaman tembakau mendapatkan bahwa penyakit itu menlari tanaman tembakau lain.
Virus pertama kali ditemukan oleh Dimitri Ivanawsky (1889),yaitu ilmuan Rusia, dan Beijerinck (1889) ilmuan bekebangsaan Belanda.Keduanya menemikan penyakit mosaic pada tembakau, Pada tahun 1935 Wendell Stanley seorangilmuan Amerika Serikat berhasil mengkristalkan makhluk yang menyerang tanaman tembakau tersebut. Makhluk tersebut kemudian dinakan TMV (Tobacco Mozaic Virus ) atau virus mosaic tembakau. Sejak itu penelitian tentang virus masih terus berkembang.
2.1-2.Ciri-ciri virus
Virus merupakan jasat nonseluler,tidak memenuhi syarat sebagai sel hidup. Virus disebut juga makhluk peralihan antara benda mati dan makhluk hidup. Dalam hal ini virus memiliki cirri-ciri 2 hal. Yaiyu:
a.Ciri-ciri virus sebagai makhluk mati (sifat pasif)
  • Dapat dikristalkan
  • Tidak memiliki protopl;asma
  • Pasif,tidak melakukan aktivitas
  • Jika diluar sel/organisme hidup
b.Ciri-ciri virus sebagai makhluk hidup (sifat aktif)

  • Dapat melakukan reproduksi
  • Memiliki AND atau ARN dan protein
  • Aktif,melakukan aktivitas, menimbulkan penyakit
  • Jika didalam sel/organisme hidup
2.1-3.Pengertian virus H1N1

Kata flu seakan dari dulu sudah akrab didengar oleh manusia. Banyak penyebab penyakit flu temasuk virus. Sejarah mencatat bahwa telah terjadi sejumlah pandemic (wabah global) yang disebabkan oleh virus famili Orthomyxoviridae ini dengan cirri khas sangat senang melekat dimembran selaput lendir khususnya hewaqn mamalia yang sejauh ini virus tersebut masih digolongkan kebeberapa type A, B, dan C.
H1N1 yang spesifik terdapat pada golongan babi dan H1N1 yang spesifik pada manusia saat ini telah diduga telah berkombinasi satu sama lainnya sehingga menghasilkan virus subtype H1N1 mudah menular dari manusia kemanusia dan juga sebaliknya. Dari manusia kehewan sehingga keadaan ini disebut anthropozoa, artinya keadaan penularan timbal balik tersebut karena utamanya dipengaruhi oleh sosiologi dan budaya manusia yang berinteraksi dengan alam dan makhluk hidup lainnya. Penelitian yang diketuai Virologis Yoshihiro Kawaoka membuktikan bahwa virus H1N1 mampu menginfeksi bagian dalam sel diparu-paru, yang akan mengakibatkan pneumonia yang bisa mengkibatkan kematian.
2.2 Hipotesia penelitian
Nipotesia yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
  • Virus flu babi membahayakan dan penyebarannya cepat, terutama dilingkungan pesantren.
  • Kesadaran individu akan kebersihan diri dan lingkungan mencegah berkembangnya virus-virus penyakit.

     
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1.Rancangan penelitian

Peneliian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat nonstatistik, yaitu pengolahan datanya tidak menggunakan analisis statistic. Melainkan dengan analisis kualitati. Dan menggunakan rancangan penelitian non-eksperimen denngan ciri-ciri:

  1. Subjek tidak dibagi menjadi 2
  2. tidak adanya menipulasi (perlakuan) terhadap subjek
  3. Bersifat nature
3.2.Populasi dan sample

3.2.1.Populasi

Populasi penelitian adalah sekumpulan objek yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian (Adimiwarta.1989:695)
Populasi pada penelitian ini adalah pondok pesantren Al-Anwar dan Al-Khodijiyyah di paculgowang.
3.2.2.Sampel

Sampel adalah bagian kecil data penelitian yang dianggap dapat mewakili keseluruhan data atau populasi (Admiwarta.1989:173)
Sampel pada penelitian ini adalah santri Al-Anwar dan Al-Khodijiyyah paculgowang.
3.3.Teknik pengmpulan data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:

  1. Angket
  2. Wawancara(interview)
Jenis angket yang dimaksud adalah menggunakan kuesioner terbuka. Yakni responden dapat menjawab pertanyaan sesuai kenyataan dan harapan-harapan pribadi yang telah disebarkan kepada beberapa santri Al-Anwar dan Al-Khodijiyyah yang telah bersedia menjadi responden.

Sedangkan teknik wawancara adalah suatu teknik yang digunakan untuk memperoleh informasi yang sebenarnya dari pengetahuan dan pengalamanpribadi nara sumber dengan cara bercakap-cakap dan bersua muka (face to face)

Pada penelitian ini wawancara dilakukan dengan narasumber ketua pondok putra Al-Anwar dan ketua pondok putri Al-Khdijiyyah.

3.4.Prosedur pengumpulan data

Langkah-langkah pengumpulan data yang dilakukan adalah:

  1. Meminta kesediaan nara sumber untuk meluangkan waktunya.
  2. Memberikan angket kepada santri yang bersedia menjadi responden untuk menjawab dengan jujur dan menurut pengalaman pribadi.
  3. Menganalisis data yang diperoleh dari penyebaran angket dan wawancara untuk disimpulkan.
3.5.Tempat dan waktu penlitian

3.5.1.Tempat penelitian
Penelitian dilaksanakan di ponpes Al-Alwar dan Al-Khodijiyyah paculgowan beserta nara sumber wawancara.
3.5.2.Waktu penelitian
Penelitian dalaksanakan selama 5 hari dari tanggal 22-27 Agustus 2009.
BAB 4
HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA
Pada bab ini, akan dijabarkan hasil penelitian dengan berbagai metode yang telah disebutkan tadi, yakni dengan penyebaran angket dan wawancara (interview).

Data-data yang diperoleh menjelaskan tentang keadaan lingkungan pesantren, tanggapan para santri mengenai wabah flu babi, tindakan yang digunakan untuk memotivasi para santri untuk mendorong semangat kebersihan lingkungan pesantren.

4.1.Hasil penelitian angket

Berdasarkan hasil penelitian dengan metode penyebaran angket kepada beberapa santri selama 5 hari. Diperoleh keterangan-keterangan sebagai berikut:

  1. Kondisi lingkungan pesantren
Kebersihan pesantren masih kurang diperhatikan, karena tidak adanya rasa kesadaran ada diri santri untuk membersihkan lingkungan yang ditempati sehingga kesehatan para santri ikut terganggu.

  1. Solusi untuk menjadikan lingkungan yang bersih
Selain menumbuhkan semangat kesadaran akan kebersihan pada diri sendiri santri dan mengadakan ro'an (kerja bakti) membersihkan tempat-tempat kotor dan kamar. Pemantauan yang dilakukan pengurus juga sangat menentukan ketertiban santri untuk melakukan tugasnya bersih-bersih. Dengan aturan-aturan yang tidak melanggar batasan-batasan syari'at serta jelas guna dan manfaatnya bagi santri.

  1. Solusi untuk mendorong semangat kebersihan pada diri santri
Mengadakan lomba kebersihan perkomplek setiap satu bukan sekali agar santri terbiasa membersihkan lingkungannya tanpa ada unsur paksaan dari pengurus pondok. Pemberian tugas membersihkan lingkungan seperti halaman pondok dan kamar dengan bergantian yang telah dijadwal mampu mendidik santri untuk melakukan tanggung jawabnya terhadap tempat yang ditempati. Serta menanamkan motto atau perinnsip kepada santri bahwa kebersihan sebagian dari iman.

  1. Tanggapan mengenai flu babi yang telah masuk dilingkungan pesantren
Perlu diwaspadai dengan cara menjaga kesehatan dan kebersihan karena penyakit flu babi dianggap berbahaya.

4.2.Analisa data
Penyebaran flu babi dilingkungan pesantren perlu diwaspadai, bukan karena flu babi dapat mengakibatkan kematian, namun yang dikhawatirkan adalah penyebarannya yang sangat cepat. Terutama didalam pesantren yang dihuni oleh banyak orang, sehingga penularannya sangat cepat.

Kebersihan pesantren yang sangat kurang diperhatika memudahkan penyebaran berbagai penyakit. Kondisi seperti itu perlu ditanggapi dengan serius untuk mengantisipasinya penyebaran flu babi dipesantren.

Berbagai cara telah dilaksanakan oleh pengurus pondok untuk menjaga kebersihan pesantren, termasuk menjalankan ro'an (kerja bakti) sebagai rutinitas mingguan. Pemantauan aktivitas santri setiap kerja bakti juga telah dilaksanakan. Serta memberikan sanksi kepada santri yang melanggar aturan dengan tidak melebihi batasan-batasan syari'at dan sanksi yang diberikan tersebut bersifat mendidik.

Salah satu kegiatan untuk menumbuhkan semangat kebersihan adalah dengan mengadakan lomb kebersihan kamar atau komplek, dengan demikian santri akan terdorong untuk selalu membersihkan tempatnya. Selain itu,penjadwalan piket halaman akan mendidik kedisiplinan santri untuk melaksanakn kewajibannya terhadap lingkungan.

4.3.Hasil penelitian wawancara
1. Penyebaran flu babi masih dianggap biasa saja, karena masih banyak penyakit lain yang masih berbahaya. Namun tetap daintisipasi agar tidak menyebar dipesantren dengan memerhatikan makanan santri.

2. Alasan pesantren kurang bersih adalah karena banyaknya santri dipesantren dan kesadaran santri masing-masing akan menjaga kebersihan kurang maksimal.

3. Medorong semangat kebersihan dengan mengadakan lomba kebersihan kamar atau komplek dirasa kurang menjamin akan berhasil. Hal resebut dikarenakan ketergantungan santri pada aturan yang diperintah. Maksudnya,santri mau bersih-bersih apabila ada perintah dari pengurus saja ketika tidak di perintah lagi santri juga belum menyadari akan tugasnya itu.

4. Selain itu, pengontrolan asupan nutrisi santri juga kurang maksimal. Karena hal ini dilakukan sendiri oleh santri dan tidak terikat peraturan mengenai makanan yang para santri konsumsi. Jadi peran santri dalam mencegah berbagai penyakit dimlai dari makanan yang dikonsumsi setiap hari dan memperkuat daya tahan tubuh agr tidah medah terserang penyakit.



BAB 5
PEMBAHASAN
5.1. Penyebab dan tanda-tanda flu babi

Penyabab flu adalah virus famili orthomyxoviridae dengan cirri khas sangat senang melekat dimembran selaput lendir, sejauh ini virus tersebut masih digolongkan kebeberapa tiype A,B, dan C. Sejak lama babi dianggap dalam penularan influenza antarsepesies karena hewan ini memiliki reseptor, baik terhadap virus influenza unggas maupun manusia. Konsekwensinya, babi dianggap sebagai induk semang perantara atau sebagai tabung pencampur (mixing vessel) dimana materi genetic virus dapat dipertukarkan.

Tanda-tanda virus H1N1 menurut Canters For Discase and Prevention (CDC) seperti halnya jenis flu lain, gejala flu babi dapat termasuk:

  • Demam tinggi
  • Pusing
  • Menggigil
  • Radang tenggorokan
  • Batuk
  • Pilek atau hidung mampet
  • Badann pegal dan nyeri
  • Kelelahan dan mengantuk


Adapun ciri-ciri penderita virus flu babi menurut WHO adalah:

  • Panas demam yang tinggi diatas 39 C
  • Nyeri dipersendian
  • Hidung berair yang tidak seperti biasanya karena pari-paru berair
Tanda-tanda yang lebih serius infeksi flu babi termasuk Pneumonia dan kegagalan pernafasan. Jika flu menjadi pandemic. Setiap orang berpotensi untuk terjangkit virus asal meksiko ini.

5.2.Penyebaran virus H1N1 dipesantren

Penyebaran Swine flu atau sebutan lain flu babi termasuk tinggi yakni mencapai 200% per 10 perhari. Saat ini penyebarannya diindonesia berada ditingkat 90 dari 140 negara didunia.

Penyebaran flu babi ini juga menyangkut penularannya. Yang paling cepat penularannya adalah dengan:

  • Kontak langsung dengan penderita karena berbicara ataupun dengan percikan batuk atau bersin.
  • Kontak dengan benda yang terkontiminasi virus.
Kehidupan asrama dipesantren sangat memudahkan virus-virus penyakit menular. karena kontak langsung antara penderita dengan santri yang sehat sering terjadi, sehingga virus mudah menyebar dan menginfeksi orang lain.

Sebenernya, virus flu babi tidak menular dari hewan babi ke manusia, tetapi lebih banyak menyebar melalui penularan dari orang ke orang. Juga tidak dapat menyebar oleh bahan makanan yang terbuat dari daging babi dan produk turunannya, karena virus tidak dapat ditularkan melalui makanan. Namun untuk mewaspadai penyebarannya. Faktor makanan juga perlu diperhatikan, karena berpengaruh pada daya tahan tubuhsntri. Jika makanan yang dikonsumsi setiap harinya sesuai dengan kebutuhan tubuh, maka daya tahan tubuh kuat terhadap virus-virus penyakit yang mudah sekali menular melalui udara.

Masa inkubasi flu babi ini 1-7 hari, masa penularan nya satu hari sebelum sakit dan 7 hari sesudah sakit. Dan puncak penularan terjadi pada 5 hari pertama dari kemunculan gejala awalnya. Sehingga sebagai santri yang menempati satu kamar 10-15 haruslah lebih mewaspadai gejala-gejala awal flu babi agar lebih tanggap dalam mengatasi penyebarannya.

5.3 Pencegahan flu babi di lingkungan pesantren

Beberapa hal yang berpengaruh pada sebab mengapa pencegahan virus flu babi harus dilakukan. Yaitu:

1.Kehidupan asrama

Konsep asrama yang diterpkan dalam pesantren sebetulnya memiliki nilai tradisidan nilai moral yang tinggi, yakni mengajarkan hidup dalam suasana kebersamaan. Santri yang berasal dari keluarga miskin atau kaya disatukan dalam ruangan yang sama. Mengonsumsi makanan dan miniman yang setara. Serta menimba ilmu dengan kadar yang sama. Namun melalui interaksi di dalam asrama yang satu ruangan dihuni beberapa orang, memudahkan berbagai penyakit menular. Sehingga kita perlu mengntisipasinya.

Tak dapat dipungkiri, sebagian pesantren ini masih sulit untuk menyebutnya bersih. Sedangkan telah diketahui bahwa tempat-tempat kotor adalah sarang penyakit.

Oleh sebab itu, selain tindakan kuratif berupa pelayanan kesehatan yang memadai. Tindakan preventif harus dilakukan untuk mencegah penyakit flu babi ini masuk dilingkungan pesantren. Tindakan preventive tersebut adalah dengan meningkatkan kebersuhan lingkungan. Selain menjadi kegiatan rutin dan wajib setiap minggu untuk kerja bakti membersihkan asrama. Mengadakan lomba kebersihan kamar setiap bulan dapat meningkatkan semangat kebersihan para santri.dengfan perlombaan terssebut, santri akan terpacu untuk ingin selalu bersih dan dalam jangka waktu panjang akan terbiasa membersihkan tempatnya tanpa menunggu paksaan dari pengurus. Beberapa Kendala lomba kebersihan seperti dana dan waktu, akan terbayar dengan terciptanya suasana lingkungan pesantren yang bersih dan nyaman, timbale balik yang didapatkan santri adalah kesehatan mereka sendiri, karena virus-virus penyakit yang biasa tumbuh ditempat yang kumuh tidak akan ada dilingkungan pesantren kita.

Peran serta pengurus pondok dalam pemantauan kebersihan lingkungan yang telah dilakukan juga sangat mendukung para santri untuk menyadari bahwa menjaga dan merawat lingkungan adalah kewajiban yang harus dilakukan. Pemberian sanksi bagi santri yang melanggar ateran seringkali dianggap mudah oleh santri. Sehingga sikap menyepelekan kebersihan mengakibatkan hilangnya kemauan untuk bersih. Dengan cara lain, dengan melalui pendekatan dan penjalasan kepada santri tentang pentingnya kebersihan akan menambah kesadaran santri untuk memtuhi peraturan dan menjaga lingkungan.

Dengan demikian, terciptalah suasana pesantren yang bersih dan nyaman, serta terhindar dari berbagai serangan penyakit, baik penyakit menular ataupun penyakit yang tidak menular.

2. Perbabikan asupan nutrisi
Dalam konteks persebaran penyakit, konsep asrama mendapatkan tantangan besar untuk meretropeksi, tentu bukan dengan mengganti asrama dengan konsep indeks, yang satu kamar ditempati satu orang, karena cara tersebut akan menimbulkan masalah baru, yakni ketersediaan lahan dan dana. Namun yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan asrama serta memperbaiki asupan giji yang kita makan.

Lingkungan yang kotor tersebut secara gradual juga menurunkan kesehatan atau ketahanan tubuh. Sehingga santri mudah terserang penyakit. Belum lagiperbandingan antara asupan nutrisi para santri dan aktivitas yang dilakukan sejak subuh hingga menjelang dini hari.

Padatnya kegiatan kadang tidak di imbangi dengan asupan nutrisi yang cukup sehingga kondisi tubuh tidak fit. Padahal persebaran influenza selain karena kontak langsung dengan penderita, dimungkin kan karena daya tahan tubuh yang sedang menurun.

Perbaikan asupan nutrisi dilakukan sendiri oleh para santri karena tidak ada aturan yang membatasi makanan yang dikonsumsi santri. Mengatur pola makan dan menyeimbangkan menu makanan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Jika menu makanan yang ada dipesantren kurang memenuhi kebutuhangizi, santri bisa membawa bekal makanan penyeimbang dari rumah. Semboyan " Kebersihan Sebagian Dari Iman" harus dilengkapi dengan dengan meningkatkan asupan makanan yang bergizi, sehingga meningkatkan daya tahan tubuh para santri. Agar berbagai macam virus penyakit semacam flu babi tidak menyerang.

BAB 6
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian dan analisa pada bab 4, dan pembahasan pada bab 5. maka dapat diketahui bahwa:

  1. Penyebab influenza yang telah menjadi pandemic adalah virus famili orthomyxoviridae, dan penyebarannya sangat cepat dari pada daya tubuhnya.
  2. Santri haruslah tetap tenang dan tidak panik menanggapi virus H1N1.yang harus dilakukan adalah mewaspadai gejala virus influenza seperti demam,pilek,letih,lesu,sakit tenggorokan,serta sesak nafas yang disertai mual.
  3. Pencegahan virus H1N1 dipesantren dengan proteksi diri melalui menjaga makanan yang setiap hari dikonsumsi agar daya tahan tubuh tetap fit, dan priteksi lingkungan dengan menjaga kebersihan pesantren dan menyadari bahwa santri mempunyai kewajiban terhadap lingkungan pesantren yang ditempati.
    1. Saran
Setelah diperoleh kesimpulan dari hasil penelitian. Maka peneliti memberikan saran-saran kepada berbagai pihak. Antara lain:

  1. Pengurus pondok
Untuk meningkatkan kedisiplinan tugas dan tanggung jawab sebagai panutan santri dalam mematuhi peraturan-peraturan pesantren. Dan lebih ekstra dalam memberikan semangat kebersihan dan dalam pemantauan penjagaan kebersihan pesantren yang telah dilakukan.

  1. Santri dan responden
Untuk meningkatkan kesadaran terhadap perturan yang dibuat demi kebaikan santri sendiri dan lebih menyadari bahwa lingkungan yang ditempati perlu dijaga kebersihannya agar virus-virus penyakit termasuk flu babi yang dianggap berbahaya itu tidak menyebar dilingkungan pesantren kita.

  1. Peneliti selanjutnya
Di harapkan peneliti selanjutnya tidak mengulangi keterbatasannya atau kekurang yang kami lakukan selama penelitian. Selain itu, peneliti selanjutnya mampu mengadakan yang lebih baik serta menggunakan populasi,sample, dan responden yang lebih puas lagi.

DAFTAR PUSTAKA

  • Admiwarta.S, dkk. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
  • Rosidi. Imron. 2005. Ayo Senang Menulis Karya Tulis Ilmiah. Jakarta:Media Pustaka
  • Forum Komunikasi Guru. 2007. Biologi SMA KelasX. Surabaya: PT. Surya Jaya (kelompok Kompas GRAMEDIA)


LAMPIRAN 1
DAFTAR ANGKET
Kelompok Ilmiah Remaja

MA Al-Anwar- paculgowang

Judul: "PENCEGAHAN VIRUS H1N1 DI PESANTREN DENGAN PROTEKSI DIRI DAN LINGKUNGAN"
Pertanyaan :

  1. Bagaimana menurut anda mengenai kebersihan anda?
  2. Dengan cara apa anda bisa mambuat lingkungan pesantren anda menjadi bersih?
  3. Solusi apa yang dilakukan untuk mendorong semangat kebersihan?
  4. Apa tanggapan anda mengenai masalah flu babiyang telah masuk dilingkungan pesantren?
KIR MA Al-Anwar
LAMPIRAN 2
DAFTAR WAWANCARA

  1. Bagaimana tanggapan anda mengnai masalah flu babi yang sudah masuk dipesantren?
  2. Bagaimana cara anda mengantisipasi masalah tersebut agar tidak masuk kepesantren anda?
  3. Mengapa santri kurang menjaga kebersihan pesantren?
  4. Bagaimana dengan asupan nutrisi santri?
  5. Bagaiman dengan aturan pondok mengenai masalah kebersihan?
  6. Mungkinkah meningkatkan semangat kebersihan dengan mengadakan lomba kebersihan?

Soal-soal amsilati 1

بسم الله الرحمن الرحيم

  1. Sebutkan Rumus Utama, A1, A2, dan A3 dengan lengkap?
  2. Sebutkan macam-macam alif?contoh!
  3. Kata isim atau nama yang di akhiri isim maqsur i'robnya?
  4. Apa yang di maksud dengan susunan idhofah?sebutkan dengan lengkap serta contoh?
  5. Isim dhomir terbagi menjadi?sebutkan!
  6. Kalimat apa saja yang dihukumi mabni?contoh!
  7. Sebutkan isim mausul, dan isim isarah?
  8. لَنَا kenapa huruf jar لِdibaca لَ ?
  9. Apa yang dimaksud dengan nun wiqoyah?berikan contohnya!
  1. Kapan dhomir munfasilnya هو، هما، هم، هنّ dibaca هِ، هِما، هِم، هِنّ ?
    1. Ada berapakah wajan-wajan isim fa'il, maf'ul dan masdar?sebutkan!
  2. Sebutkan macam-macam munada?
  3. اللهم aslinya?
  4. س yang ada pada lafad استفعل bermakna?
  5. Terapkan rumus A1 dan A2 untuk lafadz إكرام، العقائد، التصريف
    1. Apa yang dimaksud dengan ma'rifat dan nakirah? Sebutkan tanda-tandanya!
    2. Sebutkan perbedaan antara mudzakar dan muannast berikan contoh!
    3. Sebutkan ciri-ciri tasniyah dan jama dalam tingkah rafa, nasab, dan jar!
    4. Mengapa يدٌ، حاملٌ، شمسٌ dihukumi muannast?
    5. Ada berapa tanda-tanda isim?sebutkan!
    6. Sebutkan i'rab yang khusus masuk pada isim dan fi'il!
    7. Apakah susunan mubtada dan khobar sudah termasuk titik?sebutkan semua titik dalam Amsilati!
    8. Apa yang dimaksud dengan khabar?sebutkan bagian khabar!
    9. Khabar yang terdiri dari jar majrur atau dharaf madruf menyimpan?
    10. Sebutkan teman-temannya إنّ، كان beserta amalnya!
    11. Apa yang dimaksud dengan isim ghairu munsharif?berikan 3 contoh!
    12. Berikan pengertian tentang naat, taukid, athaf, badal!
    13. Naat harus sama dengan man'utnya dalam segi?berikan contohnya!
    14. ياأبي dan ياأمي bisa diganti menjadi?
    15. Apa perbedaan dari isim mu'tal dan fi'il mu'tal?
    16. Sebutkan tempat-tempat berhenti dan memberi makna!
    17. Sebutkan rumus B1, B2, dan B3 dengan lengkap?
    18. Apa yang dimaksud dengan fi'il madhi, mudhore, dan amar?
    19. Fi'il madhi di baca nasab, dhamah, dan jazem dalam tingkah?berikan contohnya!
    20. Jelaskan mengapa bisa dibaca menjadi صِـرتُ، شِئتَ، قُلتَ
    21. Sebutkan pengertian fa'il dan macam-macam fa'il!
    22. Apa yang dimaksud dengan muannast haqiqi dan muannast majazi?
    23. Sebutkan macam-macam pelengkap?
    24. Fi'il mudhare hukumnya rafa tetapi bisa di baca nasab atau jazem apabila kemasukan amil?
    25. Hamzah fi'il amar bisa sibaca berapa kemungkinan?sebutkan dengan sempurna!

بسم الله الرحمن الرحيم

  1. Berikan kedudukan serta rumus-rumusnya dengan lengkap.

س : كيف الإعتقاد بكتبه الله تعالى؟

ج : أعتقد أنّ لله تعالى كتبا أنزلها على أنبيائه و بيّن فيها امره و نهيه و وعده و وعيده، وهي كلام الله تعالي حقيقة بدت منه بلا كيفية قولا، و أنزلها وحيا. من تلك الكتب : التوراة و الإنجيل و الزبور و القرآن.

Jawaban:

Syair Arab

يَــا رَبْ

١. يَا رَبْ - أَنَا الصَّغِـيـْـرَةُ الَّتِـي رَبَّيْتَهَا - فَلَكَ الحَمْدُ

٢. يَا رَبْ - أَنَا الضعيفة الَّتِـي قويتها - فَلَكَ الحَمْدُ

٣. يَا رَبْ - أَنَا العَارِيَةُ الَّتِـي كَسَوْتَهَا - فَلَكَ الحَمْدُ

٤. يَا رَبْ - أَنَا الفَقِيَرَةُ الَّتِـي أَغْنَيْتَهَا - فَلَكَ الحَمْدُ

٥. يَا رَبْ - أَنَا الجَائِعَةُ الَّتِـي أَطْعَمْتَهَا - فَلَكَ الحَمْدُ

٦. يَا رَبْ - أَنَا المـُسَافِرَةُ الَّتِـي صاَحِبَتَهَا - فَلَكَ الحَمْدُ

٧. يَا رَبْ - أَنَا الغَرِيْبَةُ الَّتِـي أَلَّفْتَهَا - فَلَكَ الحَمْدُ

٨. يَا رَبْ - أَنَا المـَرِيْضَةُ الَّتِـي شَفَيْتَهَا - فَلَكَ الحَمْدُ

٩. يَا رَبْ - أَنَا الدَّاعِيَةُ الَّتِـي أَجَبْتَهَا - فَلَكَ الحَمْدُ

١٠. وَ لَكَ الْحَمْدُ عٰلَى كُلِّ حَالٍ - وَ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

"YA RABB"( YA TUHAN KU)

  1. Ya Tuhanku – aku adalah si kecil yang telah engkau didik, karena itu hanya kepada engkaulah puja dan puji ini.
  2. Ya Tuhanku – aku adalah orang yang lemah yang telah engkau berikan kekuatan, karena itu hanya kepada engkaulah puja dan puji ini.
  3. Ya Tuhanku – aku adalah orang yang telanjang yang telah kau kenakan pakaian, karena itu hanya kepada engkaulah puja dan puji ini.
  4. Ya Tuhanku – aku adalah orang yang fakir yang telah engkau karuniakan kekayaan, karena itu hanya kepada engkaulah puja dan puji ini.
  5. Ya Tuhanku – aku adalah orang yang lapar yang telah engkau berikan makan, karena itu hanya kepada engkaulah puja dan puji ini.
  6. Ya Tuhanku – aku adalah orang uang selalu dalam perjalanan yang telah engkau dampingi, karena itu hanya kepada engkaulah puja dan puji ini.
  7. Ya Tuhanku – aku adalah orang asing yang telah engkau karuniakan ketenangan, karena itu hanya kepada engkaulah puja dan puji ini.
  8. Ya Tuhanku – aku adalah orang yang sakit yang telah engkau sembuhkan, karena itu hanya kepada engkaulah puja dan puji ini.
  9. Ya Tuhanku – aku adalah orang yang berdoa yang telah engkau kabulkan, karena itu hanya kepada engkaulah puja dan puji ini.

Dan hanya kepada Engkaulah puja dan puji ini terhadap segala situasi dan keadaan ini – Walhamdulillahi rabbil 'alamiin

Akidah islamiyyah

في الإيمان بكتابه سبحان الله و تعالى

س : كيف الإعتقاد بكتبه الله تعالى؟
ج : أعتقد أنّ لله تعالى كتبا أنزلها على أنبيائه و بيّن فيها امره و نهيه و وعده و وعيده، وهي كلام الله تعالي حقيقة بدت منه بلا كيفية قولا، و أنزلها وحيا. من تلك الكتب : التوراة و الإنجيل و الزبور و القرآن.

س : كيف إعتقادك بالتوراة
ج : أعنقد أنّ التوراة كتاب من كتب الله سبحانه و تعالي أنزله علي كليمه موسى عليه السلام. و ذلك لبيان الأحكام الشّرعيّة و العقائد الصّحيحة المرضيّة و التّبشير بظهورنبيّ من بنى إسماعيل وهو نبينا عليه الصلاة و السلام و الإشارة إلي أنّه يأتى بشرع جديد يهدي إلي دار السلام.

س : كيف إعتقاد العلماء الأعلام فى حق التوراة الموجودة الآن فى أيدى أهل الكتاب؟
ج : إعتقاد العلماء الأعلام أنّ التوراة الموجودة الآن قد لحقها التّحريف. و ممّا يدلّ علي ذلك أنه ليس فيها ذكر الجنّة و النّار و حال البعث و الحشر و الجزاء، مع أنّ ذلك أهمّ ما يذكر فى الكتب الإلهية. و ممّا يدّل أيضا علي كونها محرّفة ذكر وفات موسى عليه السلام فيها فى الباب الأخير منها، و الحال أنه هو الّذي أنزلت عليه.


س : كيف إعتقادك بالزبور؟
ج : أعتقد أنّ الزبور كتاب من كتب الله سبحانه و تعالي أنزله علي سيدنا داود عليه السلام. وهو عبارة عن أدعية و أذكار و مواعظ و حكم و ليس فيه أحكام شرعيّة لإنّ داود عليه السلام كان مأمورا باتباع الشّريعة الموسويّة.

س : كيف إعتقادك بالإنجيل؟
ج : أعتقد أنّ الإنجيل كتاب من كتب الله سبحانه و تعالي أنزله علي المسيح عيسى عليه السلام وذلك لبيان الحقائق و دعوة الخلق لتوحيد الخالق، و نسخ بعض أحكام التوراة الفرعيّة علي حسب الإقتضاء، و التّبشير يظهور خاتم الأنبياء.

س : كيف إعتقاد العلماء الأعلام في الإنجيل المتداول الآن؟
ج : إعتقاد العلماء الأعلم أنّ الإنجيل المتداول الآن له أربع نسخ ألّفها أربعة بعضهم لم ير المسيح عليه السلام اصلا و هم متّى و مرقص و لقاء و يوهنا. و الإنجيل كل من هؤلاء مناقض للآخر في كثير من مطالبو قد كان للنّصارى أناجيل كثيرة غير هذه الأربعة لكن بعد رفع سيدنا عيسى عليه السلام إلي السماء بأكثر من مأتى سنة عوّلوا علي إلغائها ما عدا هذه الأربعة تخلّصا من كثرة التناقد و تملّصا من وفرة التّضادّ و التّعارض.

س : كيف إعتقادك في القرآن؟
ج : أعتقد أن القرآن أشرف كتاب أنزل الله سبحانه و تعالي علي أشرف الأنبيائه محمّد صلى الله عليه و سلّم وهو آخر الكتب الإلهية نزولا وهو ناسخ لجميع الكتب قبله و حكمه باق إلي يوم القيامة لايمكن أن يلحقه تغيير ولا تبديل وهو أعظم آية علي نبوّة نبيّنا محمّد صلى الله عليه وسلّم لكونه أعظم المعجزات.

makalah B.Arab

أ. المقدمة

فى الدين الإسلام قد عرفنا كان عيدين وهو عيد الأضحى و عيد الفطر. فى عيد الأضحى كشير الفائدة لنا كمثل لتفقر على نبينا إبراهيم عليه السلام و إسمائل عليه السلام كيف هما يسيران أمر الله بيقين بدون سك يذبح إبراهيم ولده, و الفائدة الأخر لتفاكل الإجتماعي بين القرية و القرية الأخر و لنصر المساكين و الفقراء فى إجتماعي.

بناء على الأقوال السابقة, حدد الباحثان وهو قصطة إبراهيم و إسمائل عليهم السلام و القرق بين عيد الأضحي و عيد الفطر في المعنى و كيفيتهما و فرق السرط بين الأضحية و العقيقة و فرق السرط بين الأضحية و العقيقة و غرض الأضحية و حكمتها.

ب. قصطة إبراهيم و إسمائل عليهم السلام

إسمائل بن إبراهيم ولد فى بالستين وأمه هجر هما يسكنان فى مكة. إذا بلغ رشده يحلم إبراهيم في النوم يذبح ولده, لنبي الحلم هو وحي وهذا يأمر ذبح ولده. و يطلب إبراهيم على ولده الفقرة بهذا الحلم. بلا سك يأمر إسمائل ليفعل إبراهيم ذالك الأمر بالسرعة فلا يفكرالطويل يمشي إبراهيم و إسمائل إلى الخارج و الشيطان يوسوس قلوبهما لترك ذالك الأمر ولكنهما لايباليان حتى يذبح إبراهيم إسمائل قبل أن يذ بح إبراهيم يقول إسمائل إليه " افعل ما أمر الله إليك و أيت يلقيني إن شاء الله الصابر و الطاعة إلى الأمر واربطني بقوي لأتحرك حتى حزنك وقت الذبح و صرم سيفك و يسرع الذبح ليخفف قاسي الألم و بلغ سلاميإلى أمي أعط ثوبي إليها لتسلى الحزن ثم يختضن إبراهيم إسمائل و يقبل خداه ويربط يديه و رجليه ثم يضجع فوق بلاط فيأخذ إبراهيم السيف الحاد إذا أمسك يده السيف فبكى إبراهيم ثم لا ينظر إلى وجه ولده ولكنه ينظر إلى سيفه ووضع سيفه على المشدخ ووقت الذبح يصير السيف كليلا حتي ثلاث مرات كان السيف كليلا فيأمر الله جبريل يبدله الغنم حتى لا يذبح إبراهيم ولده لأن الله ينظرهما قد فعلا الأمر بالإخلاص و الصبر. و هذا أول سنة الأضحية قى دين الإسلام و يسمي عيد الأضحى.

ج. القرق بين عيد الأضحي و عيد الفطر في المعنى و كيفيتهما

عيد الأضحي إصتلاحا رجوع إلي حماس الذبح ليعرف نبى إبراهيم عليه السلام يذبح ولده إسمائل عليه السلام. و عيد الفطر إصتلاحا رجوع إلي الفطرة لأن الله يأمرالناس صوما في سهر الرمضان حتي يغفر الله ذنوبهم.

قد عرفنا في دين الإسلام صلاة العيدين أي الفطر و الأضحي و هما سنة مؤكدة١. و وقت صلاة العيد ما بين طلوع الشمس و زوالها كلهما ركعتين يحرم بنية عيد الفطر أو الأضحي و يأتى بدعاء الإفتتاح و يكبر في الركعة الأولى سبعا سوى تكبيرة الإحرام ثم يتعوذ و يقرأ الفاتحة ثم يقرأ بعدها سورة جهرا و يكبر في الركعة الثانية خمسا سوى تكبيرة القيام ثم يتعوذ و يقرأ الفاتحة ثم يقرأ بعدها سورة اقتربت جهرا ويخطب نذبا بعدهما أي ركعتين خطبتين يكبر في ابتداء لأولى تسعا ولاء و يكبر في ابتداء الثانبة سبعا ولاء. وسنة من ليلة العيد تكبيرمن غروب الشمس حتى يدخل الإمام في الصلاة ولا يسن التكبير في ليلة عيد الفطر عقب الصلاة ولكن يسن التكبير بعد عيد الأضحي حتى أخر أيام التشريق٢.

د. فرق السرط بين الأضحية و العقيقة

و يدخل وقت الذبح للأضحية من وقت صلاة العيد أي عيد النحر وعبارة الروضة و اصلها يدخل وقت الأضحية إذا طلعت الشمس يوم النحر و مضى قدر ركعتين و خطبتين خفيفتين انتهي و يستمر وقت الذبح إلى غروب الشمس من أخر أيام التشريق وهي الثلاثة المتصلة بعاشر ذي الحجة و يستحب عند الذبح خمسة أشياء أحدها التسمية فبقول الذابح بسم الله و الاكمل بسم الله الرحمن الرحيم فلو لم يسم حل المذبوح و الثانى الصلاة على النبى صلى الله عليه و سلم ويكره أن يجمع بين اسم الله و اسم الرسول و الثالث استقبال القبلة بالذبيحة أي يوجه الذابح مذبحها للقبلة ويتوجه هو أيضا و الرابع التكبير أى قبل التسمية أو بعدها ثلاثا كما قال الماوردى و الخامس الدعاء بالقبول فيقول الذابح أللهم هذه منك و إليك فتقبل أى هذه الأضحية نعمة منك على و تقربت بها إليك فتقبلها مني.

ويجزئ فيها الجذع من الضأن وهو ما له سنة وطعن فى الثانية و الثنى من المعز وهو ما له سنتان وطعن فى الثالثة والثنى من الأبل ما له خمس سنين وطعن فى السادسة والثنى من البقر ما له سنتان وطعن فى الثالثة٣.

و أما عقيقة و هى لغة اسم للشعر على رأس المولود و العقيقة عن المولود مستحبة وهى الذبيحة عن المولود يوم سابعه و يحسب يوم الولادة من السبع.

وشرط العقيقة :

١. نية العقيقة إذا ذبح

٢. الحيوان بدون العيب

وفى العقيقة يسن:

١. يدعو إلى الله وقت الذبح

٢. يذبح العاق فى جو المعتدل

٣. يطبخ اللحم قبل أن يقسم

٤. لايكسر العاق الرمم

٥. يعطى العاق اللحم باليخنة

و حكمة العقيقة :

١. لعلامة الشكر إلى الله

٢. لينسر على الناس

٣. ليكرم الولد بحسن

٤. لصلة الرحم بين المجتمع و أهل البيت

وفرق بين العقيقة و الأضحية :

١. العقيقة بدون الزمان والأضحية يعمل فى الزمان الخاصبعد صلاة العيد حتى أخر أيام التشريق

٢. لحم العقيقة يجوز لأعطاء الشخص الغانى والأضحية يعطا إلى المساكين و الفقراء

٣. العقيقة يفعل للإستقبال الولد والأضحية يفعل لتذكر نبي إبراهيم و إسمائل عليهم السلام

٤. لحم الذبح يسن لصدقة ناء اللحم والأضحية يسن لصدقة باليخن

ز. غرض الأضحية و حكمتها

كان الغرد و الحكمة من الأضحية، منها:

أ. غرض الأضحية

١. يصير الناس المتقين

٢. يصير الناس ملك صفة الصبر و الصدق و الإخلاص

٣. إنبت صفة حبلا من الناس

ب. حكمة الأضحية

١. لتقرب إلى الله

٢. أعطى الله المسلم مصيبة ليجرب إيمانهم

٣. يعلم إبراهيم إلى الناس فى العبادة أي لطلب رضى الله

٤. يعلم الناس أن يجب الأولاد ليفعل الحسن إلى الوالدين

٥. توثيق العلاقة كل الناس

ي. الخلاصة

إن الأضحية مهمة لنا كان كثير المنفعة و الفائدة. منها يصير الناس ملك صفة الصبر و الصدق و الإخلاص وجب علينا أن يعرف علامة الحيوان قبل أن يذبحه و نية لأن نية مهمة جدا وقت الذبح كانت نية للأضحية و العقيقة و النذر و غيره كما فى الحديث " انما لاعمال بالنيات و انما لكل امرئ ما نوى" بالأضحية نحن نزيد السكر إلى الله على نعمته الكثير " لئن شكرتم لازيدنكم و لئن كفرتم ان عذابى لشديد (ابرهيم)" .

Pengertian-pengertian nahwu

ISIM ALAM
(isim yang menunjukan nama)
Isim alam adalah tiap-tiap isim yang menunjukan nama sesuatu secara mutlak. Yang termasuk isim alam adalah nama orang, binatang, suku, bangsa, negara, kota, sungai, laut, ataupun gunung.
 
®Ditinjau dari siapa yang dijuluki, maka isim alam dibagi menjadi dua:
  1. Alam jinsi. Yaitu isim yang tidak hanya menunjukan satu barang atau satu benda saja, melainkan menunjukan seluruh jenis dari barang atau benda tersebut. Contoh: رجل- كتاب
  2. Alam syahesh. Yaitu isim yang menunjukan sesuatu atau benda yang tertentu. Contoh: دمشق- النيل- مكة- خالد
®Ditinjau dari jelas dan tidaknya, alam syhaesh dibagi menjadi 3:
  1. Alam ismi
  2. Alam kauniyah
  3. Alam laqob
1.Alam ismi adalah alam yang menunjukan nama asli dan tidak didahului عمّ، بنت، إبن، أخ، أب serta tidak menunjukan arti mencela atau memuji: إبراهيم، زينب
2.Alam kauniyah adalah alam yang didahului lafadz عمّ، بنت، إبن، أخ، أب contoh: إبن مالك- أبوبكر
3.Alam laqob adalah alam yang menunjukan arti memuji atau mencela, seperti: زينُ الدينِ- أنفُ رجلٍ

® Ditinjau dari asal usulnya lafadz, Isim alam dibagi menjadi dua:
  1. Murtajal dan
  2. Manqul
Alam murtajal yaitu alam yang lafadznya belum pernah dipakai untuk selain alam seperti ada nama laki-laki bernama سعاد dan أداد untuk perempuan. Nama tersebut sekali dibuat hanya untuk nama seseorang
Alam manqul/pindahan yaitu alam yang lafadznya pernah dipakai untuk selain alam. Seperti ada orang yang bernama يزيد، فضل، أسد. Sebelum dijadikan nama lafadz فضل adalah masdar, أسد nama harimau, يزيد fi'il mudore.
Nun Wiqoyah
Nun wiqoyah adalah nun yang memisahkan antara fi'il, atau kata yang serupa dengan fi'il/huruf dengan ya dlomir yang berfungsi untuk menjaga agar fi'il tersebut tidak dibaca kasroh.
Contoh: جعل+ي = جعلني, من+ي =منّي,
Harakat Takhollush
Harakat takhallush adalah harakat yang menyelamatkan dari dua sukun, kebanyakan harakat kasroh, ada juga yang berupa dhomah dan fathah. Contoh:
أكرمْ+العلماء = أكرمُ العلماء
لم يكنْ+الذين = لم يكنِالذين
منْ+الله = منَ اللهِ
Tanwin dan macam-macamnya
Tanwin adalah Huruf nun tambahan yang dibaca sukun yang berada pada akhir isim dan ucapan saja, tanpa ada tulisannya.
Tanwin yang menjadi tanda isim dibagi menjadi 4:
  1. Tanwin tamkin, adalah tanwin yang berada pada isim nakirah munsharif (selain jamak muannas salim)
  2. Tanwin tankir, adalah tanwin yang berada pada isim mabni yang berfungsi untuk membedakan antara nakirah dan ma'rifatnya. Contoh: صَهْ isim ma'rifat, menjadi isim nakirah bila dibaca صَهٍ
  3. Tanwin muqabalah, adalah tanwin yang berada pada isim jamak muannas salim, untuk menandingi nun yang yang berada pada jamak mudzakar salim, (karena jamak muannas salim termasuk cabang dari jamak mudzakar salim). Contoh: مئاتٌ، مؤمناتٌ
  4. Tanwin iwad, adalah tanwin gantian dari kata yang dibuang. Tanwin iwad ada 4:
    1. Gantian dari huruf yang dibuang. Contoh راضٍ asalnya راضِىٌ
    2. Gantian dari isim yang menjadi mudhaf ilaih yang dibuang. Contoh: لكلٍّ منهما asalnya لكلِّ شيءٍ منهما
    3. Gantian dari jumlah yang dibuang. Contoh: وأنتم حينئذٍ تنظرون asalnya dari وأنتم حين إذا بلغتِ الروح الحلقوم تنظرون
    4. Gantian dari beberapa jumlah yang dibuang. Contoh: يومئذٍ تحدّث أخبارها asalnya dari يوم إذ زلزلة الأرض زلزالها، وأخرجت الأرض أثفالها، وقال الإنسان ما لها تحدّث أخبارها
Perbedaan wawu awal kalimat dengan wawu athaf
Wawu dijadikan sebagai awal kalimat apabila setelahnya bisa dijadikan jumlah. Biasanya setelah berupa:
  1. Isim ma'rifat
  2. Isim nakirah yang dimudafkan pada ma'rifat
  3. Isim nakirah yang dimudafkan pada nakirah lain
  4. Jer majrur
  5. Dharaf
  6. Fi'il
Wawu yang dijadikan athaf apabila setelahnya tidak bisa dijadikan jumlah, biasanya hanya berupa satu/ dua kata yang terdiri dari idhofah, na'at man'ut, jer majrur, atau lebih dari dua kata tetapi tidak bisa dijadikan jumlah.
Membuang kata sebelumnya
  1. بسم الله الرحمن الرحيم asalnya أتدأ بسم الله الرحمن الرحيم
  2. Judul atau tema yang diawali isim mufrad atau idafah.
  • فصل asalnya هذا فصل
  • الجماعة asalnya هذه الجماعة
  • كتاب الصلاة asalnya هذا كتاب الصلاة
  1. Sumpah atau qasam. Contoh: واللهِ، بااللهِ، تااللهِ asalnya أقسم واللهِ، بااللهِ، تااللهِ
  2. Setelah لو، إنْ (ghoyah)
    bermakna walaupun sebagai khabarnya كان . contoh:
ولو قليلا asalnya ولو كان الماء قليلا
  1. Munada يااللهُ asalnya أدعو الله
  2. Ikhtishoh نحن معاشر المسلمين asalnya محم نخصّ معاشر المسلمين
    Masdar dan isim masdar
Masdar adalah: isim yang menunjukan pada peristiwa, tetapi tidak disertai petunjuk waktu. Contoh: نصر menolong, إكرام memulyakan
Isim masdar adalah: isim yang mengandung arti masdar, tetapi kurang dari huruf-huruf fi'ilnya, baik lafadz maupun taqdirnyatanpa penggantian. Contoh: وضوء wudu, صلاة salat.
Pembagian isim fi'il
Isim fi'il adalah kalimat yang menunjukan arti fi'il namun tidak menerima tanda fi'il. Dari itu ia pun satu bentuk untuk semua bentuk isim (mufrad, tasniyah, dan jamak) lafadz isim fi'il ini ada kalanya Murtajal, manqul dan ada juga yang Qiyasii.
Isim Murtajal adalah lafadz isim fi'il yang memang asli isim fi'il. Contoh: هيهات (talah jauh), ها (ambillah).
Isim Manqul adalah kalimat isim fi'il yang terbentuk dari kalimat lain. Ada yang terbentuk dari jar majrur contoh: عليك (tetaplah engkau), ada yang dari dharaf contoh: أمامك dan dari tanbih contoh: ها
Isim Qiyasii adalah isim fi'il yang terbentuk dari wajan فعال untuk tiap-tiap فعل ثلاثي مجرد تام متصرّف contoh: نصار tolonglah.
Adapun bentuk isim fi'il ada tiga macam:
  1. Isim fi'il madhi
  • هيهات telah jauh
  • شتّان telah jadi pisah
  • شُكَانَ telah cepat
  • سرعان telah cepat
  • بطان telah lambat
  1. Isim fi'il mudhore
  • أوّه saya merasa sakit
  • آه yasa merasa sakit
  • أُفٍ saya bosan
  • وا saya heran
  • وهاً إليك saya heran
  • وي saya heran
  • بجلْ cukup
  • بخِن saya membenarkan
  1. Isim fi'il amar
  • صهْ diamlah
  • مهْ tinggalkan
  • إبْهِ teruskan bicaramu
  • هيّا cepatlah
  • رُوَيْدَ berlaku ramahlah
  • Dan lain sebagainya.

Pembagian alif lam
Ada yang Al عهدية dan juga ada yang جنسية . dan dari tiap-tiap jinsiyyah dan 'ahdiyyah terbagi tiga.
  1. Pembagian عهدية ada tiga
  • للعهد الذهني
  • للعهد الذكري
  • للعهد الحضوري
  1. Pembagian جنسية ada tiga
  • لإستغراق الإفراد
  • لإستغراق الصفات
  • للحقيقة

Nikmatnya membaca qur’an

Assalamualaikum,,,,,,

Alhamdulillah bisa ketemu lagi, gmna neh kabarnya?mudah"an baik-baik aja ya. Aamiin.......
lama ya kita dah engga diskusi bareng lagi neh,,,,

Sekarang materi kita adalah "nikmatnya membaca qur'an". Ehem,,,,,,setuju ga kawan" kalo membaca qur'an itu nikmat?kalo menurut aku sendiri ce setuju bgt sebabnya membaca qur'an itu kita pasti ga pernah bosen-bosen walaupun kita sudah "hatam" membacanya berkali-kali. Hayo siapa yang belum hatam membaca qur'an?wah malu banget ya kalo kita udah jenggotan, kumisan, apalagi dah mau nikah tapi al-qur'an aja belum hatam membacanya eh trusnya dia menjadikan al-qur'an sebagai maharnya ^_^ wah kebangetan hehehehe,,,,,,q yakin dah kalo kita baca al-qur'an pasti ketagihan kaya pencandu narkoba gitu sekali dia pake narkoba pasti minta lagi ^_^, tapi ga ilok ya masa nyamain al-qur'an dengan narkoba ce?hehehehe

Al-qur'an beda loch ya ama buku-buku yang lain, bedanya ya dari segi kenikmatannya, walaupun buku-buku itu best seller pasti kalo kita sudah membacanya berkali-kali kita bosen juga kan?apalagi kalo ada buku best seller yang baru wah pasti buku best seller yang udah dia punya pasti di simpan gtu aja ya engga?beda ama al-qur'an, tau ga ce knp sangat beda bgt?alesannya karena al-qur'an itu adalah kalamullah yang berarti juga sifatNya. Al-qur'an Allah lah yang menjaganya sampai-sampai orang pun tidak bisa merubah isinya, ada juga loch alesannya sebabnya aku disini ngomong engga asal ngomong ya tapi punya dasar yang kuat ^_^.

Yuk kita langsung aja kepembahasannya, gini neh sahabat banyak cara buat kita menambah nikmatnya membaca al-qur'an salah satunya dengan "tadabbur". Ehm sebelum ku lanjutin akan ku jelaskan apa ce tadabbur itu kayanya asing ya buat kita. Tadabbur ada;ah memikirkan dan memperhatikan ayat-ayat al-qur'an secara mendalam dengan tujuan memahami dan mengerti makna-maknanya, hikmah yang terkandung didalamnya, serta maksud yang diinginkannya. Di antara tanda-tandanya ialah bersatunya hati dan pikiran ketika membaca al-qur'an , menangis karena takut kepada Allah, semakin bertambah khusyu, percaya, senang, bahagia, dan gemetar karena takut kepada Allah singga kemudian menjadi raja (pengharap), ketenangan, dan sujud sebagai pengagungan kepada nya mendominasi seorang hamba.

Ibrahim At-Taimi berkata, barang siapa yang diberi ilmu dan ilmu tersebut tidak dapat membuatnya menangis, tidak diberi ilmu itu lebih baik baginya.

Begitu juga dengan Asma' binti Abu Bakar menuturkan bahwa apabila para sahabat mendengarkan ayat al-qur'an, air mata mereka pasti akan bercucuran dan kulit mereka merinding.

Tuch kan apa kata ku kita diskusi engga boleh asal diskusi tapi harus ada dasarnya ya, masih banyak ko cara-caranya kita bagai mana kita membaca al-qur'an itu menjadi nikmat ^_^. Sekarang kita fokus aja dulu ama tadabur, kuncinya tadabbur itu ada banyak kawan,,,,,

  1. Mencintai al-qur'an

    Kalau hati kita sudah mencintai sesuatu, ia pasti akan selalu tertaut padanya, menyenanginya, merindukannya, dan memutus segala hubungan dengan selainnya.

    Abu Ubaid menuturkan, "janganlah seseorang menanyakan kepada dirinya kecuali tentang al-qur'an. Jika ia mencintai al-qur'an berarti ia mencintai Allah dan Rasulnya."

    Ciri hati yang mencintai al-qur'an adalah:

    1. Senang bertemu dengannya
    2. Selalu duduk bersamanya dalam jangka waktu yang lama tanpa dihinggapi rasa yang bosan
    3. Selalu rindu untuk bertemu setiap kali berjauhan dan selalu berusaha menghilangkan aral melintang yang memisahkan
    4. Senantiasa berdialog, menerima arahan-arahannya, serta mentaati perintah dan menjauhi larangannya

Subhanallah ya apakah kita bisa seperti itu?aku sendiri juga belum bisa ce ^_^ makanya mulai sekarang kita usaha semampunya ya,,,,,,

  1. Mengetahui tujuan membaca al-qur'an


     

  1. Mengetahui tujuan membaca al-qur'an

"Barangsiapa menadaburi al-qur'an karena ingin mendapathidayah maka jalan kebenaran akan terlihat jelas baginya." (ibnu taimiyyah)

Beberapa tujuan membaca al-qur'an adalah bermunajat, memohon pahala dan kesembuhan, serta dalam rangka mencari ilmu dan amalah. Masing-masing tujuan ini tentunya sudah cukup untuk memonivasi seorang muslim untuk segera membaca al-qur'an dan menyibukkan dirinya dengannya.

Menurut al-qurtubi, apabila seorang hamba mendengarkan kitabullah dan sunah nabi-nya dengan seksama disertai niatan yang benar seperti yang dikehendaki allah, allah akan memahamkannya dan akan menjadikan cahaya didalam hatinya.

"jika kalian ingin mendapatkan ilmu," kata ibnu mas'ud, "pelajari lah kalimat bersajak dalam al-qur'an. Sebab, didalamnya terdapat ilmu orang terdahulu dan yang akan datang."

Beda lagi dengan apa yang dikatakan Hasan bin Ali. "orang-orang sebelum kalian menganggap al-qur'an layaknya surat dari rabb mereka. Hingga mereka menadaburinya pada malam hari dan mencari keterangan (mempelajarinya) pada siang hari."

Abdullah bin umar manyarankan, "peganglah, pelajarilah, dan ajarkanlah al-qur'an kepada anak-anak kalian sebab (nanti) kalian akan ditanya tetangnya, diberi pahala karenanya, dan cukuplah ia menjadi pelajaran bagi mereka yang berakal.

Setiap orang yang menginginkan kebahagiaan, kekuatan, dan kesuksesan mestinya mencari hal tersebut dalam al-qur'an. Subhanallah ya banyak sekali manfaat yang ada didalamnya pernah engga kita nyangka itu semua?kita membaca dengan niat yang baik akan di kabulkan oleh Allah SWT.

Ilmu akan membisiki untuk mengamalkannya. Jika mau melaksanakannya, ilmu itu pun akan tetap tinggal. Namun jika pemiliknya tidak mengamalkannya, ilmu itu akan meninggalkannya. Oleh karena itu, ketika membaca al-qur'an, maksudkanlah untuk mengamalkannya.

Tuch kan,,,,,,,neh ada satu lagi

Ali bin abi tholib berkata, "wahai para penghafal al-qur'an dan pembawa ilmu, ketahuilah bahwa seorang alim itu hanyalah mereka yang mengamalkan ilmunya dan yang ilmunya sesuai dengan amalannya. Nanti akan ada beberapa kaum berilmu, tapi ilmu mereka tidak sampai melewati tenggorokan mereka. Amalan mereka menyelisihi ilmu mereka dan keadaan mereka saat sendiri berbeda dengan saat mereka berada di kerumunan orang. Mereka duduk di halaqah-halaqah hanya untuk membanggakan diri satu sama lain, bahkan salah seorang dari mereka ada yang sangat marah kepada temannya sendiri hingga menyuruh pindah kemajlis lain dan meninggalkannya. Mereka itulah orang-orang yang amalannya dimajlis itu tidak bisa naik (sampai) kepada Allah."

  1. Qiyamullail dengan membaca al-qur'an
  2. Mengulang-ulang bacaan al-qur'an
  3. Membacanya sambil menghafal
  4. Mengaitkan lafal (ayat) dengan maknanya
  5. Membacanya dengan tartil
  6. Membaca dengan keras

Emh gmana dah jelaskan semuanya kuncinya untuk bertadabur. Setiap sesuatu itu pasti dah ada kuncinya contohnya pintu ada kuncinya, lemari ada kuncinya, gtu juga nikah pasti semuanya ada kuncinya.

Nah fungsinya kunci itu buat membuka dan melihat dalamnya tapi caranya menggunakan kunci itu macem-macem kawan:

  1. Fokuskan hati hanya kepada allah
  2. Membacanya dengantartil
  3. Merasakan keagungan allah
  4. Berupaya memahami makna al-qur'an
  5. Hubungkan kondisi al-qur'an dengan kondisi anda saat ini
  6. Mengetahui beberapa hasil penelitian ilmiah atas relita yang terjadi

Kalo keenam cara ini sudah kita lakukan atau sudah kita rasakan maka kita akan mendapatkan hasil atau buah dari bertadabur, karena kuncinya sudah kita dapatkan, udah kita buka dengan cara yang benar, akhirnya hasilnya pun kita dapatkan dech......

Beberapa hasil dari tadabur adalah:

  1. Mendatangkan keyakinan dihati
  2. Menambah keimanan
  3. Mendulang ilmu dan selamat dari syubhat
  4. Tidak tergoda dunia dan dekat dengan akhirat
  5. Mengenal hakikat dunia yang sesungguhnya
  6. Mengokohkan dan bersatu dalam menghadapi perpecahan dan perselsihan
  7. Ketentraman dari segala yang mengerikan
  8. Menggapai rasa takut, harap, dan ketenangan

Subhannallah ya kalau saja kita bisa ngelakuinnya pasti hati kita tentram banget ya,,,,,tapi setiap kita mau ngelakuin itu semua pasti ada aja penghalangnya ya engga?kamu aja merasakan apalagi saya yang nulis ini kita semua itu sama sifat kemanusiaan itu pasti aja datang menghadang seperti:

  1. Hati yang lalai
  2. Hati telah terkunci
  3. Menyalahkan al-quran disuasana dukairit dalam membaca al-qur'an
  4. Antara membaca sedikit, tapi tartil dan membaca banyak, tapi cepat

Di akui atau tidak ini adalah sifat kita yang suka menghadang kita dalam menadabur ayat-ayat suci al-qur'an. Mudah-mudahan kita semua terhindar dari sifat jelek ini dan dapat menjalankan apa yang kita inginkan yaitu menadabur al-qur'an dan endapatkan buah-buahnya dari hasil tadabur aamiin,,,,,,

Wah dah capek ya?mungkin kita cukupin aja dulu ya kapan-kapan kita sambung lagi insya allah ^_^. Wassalamualaikum...........